Indonesia,  Itinerary,  Maluku,  Travel

Cara Menuju Ora, Maldive-nya Indonesia di Maluku

Ora, merupakan sebuah destinasi baru di Pulau Seram, Maluku yang baru- baru ini menuai popularitas. Sebagai penggemar laut, saya dan beberapa teman pun penasaran ingin menyaksikan sendiri kecantikan Ora yang konon layak disandingkan dengan Maldives/ Maladewa, di tengah Samudra Hindia sana.

Memanfaatkan libur Idul Adha, kami pun menyandang tas ransel dan peralatan snorkling menuju Ora. Kami tidak punya banyak waktu libur, itinerary dan rencana cadangan telah kami siapkan in case rencana awal kami tidak berjalan mulus karena kami akan berlibur ke tempat yang belum begitu turistik dimana sarana transportasi menjadi isu utamanya.

Ora Eco Resort, Maluku-  berlatar Taman Nasional Manusela
Ora Eco Resort, Maluku- berlatar Taman Nasional Manusela

Setelah saya kembali dari Ora dan mengupload sebagian foto- foto kami di Ora dan Sawai, banyak yang keheranan, takjub, dan penasaran dimana saya mengambil foto- foto dengan latar yang sangaaaat cantik itu.

Saya bilang Ora, banyak yang belum pernah dengar. Saya bilang, ada di Teluk Sawai, bagian dari Pulau Seram, propinsi Maluku sana, banyak yang cuma cengar- cengir bingung.

Karena itu, saya dedikasikan postingan ini untuk teman- teman yang ingin tahu atau sedang mencari tahu dimana atau bagaimana mencapai Ora dan Sawai. Ora dan Sawai itu tetanggaan, Ora identik dengan Ora Beach Resort dengan cottage mengapung di atas laut. Sedangkan Sawai- tidak jauh dari Ora- juga dengan rumah yang dibangun di atas laut tetapi lebih sederhana dan dengan harga yang lebih terjangkau.

Lokasi Ora Beach- Pulau Seram, Maluku.
Lokasi Ora Beach- Pulau Seram, Maluku.

Ora dan Sawai sama- sama berada di Teluk Sawai, di sisi utara Pulau Seram, propinsi Maluku. Perjalanan menuju Ora memang cukup menguras tenaga dan waktu, tapi percayalah, apa yang kalian dapatkan akan  membayar lunas berjam-jam perjalanan yang sudah kalian tempuh sambil teriak heboh, “meeen, ini gue di surga apa dimanaaaa”. Oke, maaf jadi heboh. Ringkasnya ada beberapa part perjalanan yang harus ditempuh menuju Ora:

1. Ambon – Masohi

Kalau untuk ke Ambon kayaknya nggak perlu dibahas lebih lanjut ya. Banyak penerbangan menuju Ambon kok, atau kalau mau versi hemat pake kapal PELNI juga ada lho dari Surabaya atau Makassar. Cek jadwal kapal PELNI bisa disini.

Dari Ambon, kita lanjutkan dengan kapal cepat Cantika Express dengan harga tiket (saya agak lupa), kira-kira Rp.100.000,- s.d. Rp.125.000,- untuk kelas ekonomi. Menurut info temen, harganya bervariasi, kadang naik kalau hari- hari besar. Dari Pelabuhan Tulehu, Ambon menuju Pelabuhan Amahai, Masohi di Pulau Seram waktu tempuh kurang lebih 1- 1,5 jam. Jadwal Cantika Tulehu- Ambon jam 9 pagi dan jam 3 sore sedangkan dari Amahai- Tulehu jam 8 pagi dan jam 2 siang.

Dari Ambon, bisa juga menggunakan kapal Feri dari pelabuhan Hunimua (Liang), Ambon ke Pelabuhan Waipirit, Seram Bagian Barat dengan tiket +- Rp.13.500,- dan waktu tempuh 1,5-2 jam. Jadwal kapal feri hampir selalu ada setiap jam dari pagi sampai malam jam 8 malam. Bedanya hanya jarak tempuh dari Masohi dan Waipirit menuju Ora. Masohi berjarak kurang lebih 3-4 jam perjalanan darat menuju Ora, sedangkan dari Waipirit sekitar 5 jam dengan jalan agak memutar.

Berdasarkan pengalaman kami, walaupun kita naik Kapal Cantika Express dengan tiket yang bisa dibilang nggak murah, belum tentu kamu bisa dapat tempat duduk, apalagi kalau musim liburan atau hari besar. Saking penuhnya di dalam kapal, kami memilih berdiri di samping kapal dengan hembusan angin yang lumayan bisa bikin masuk angin.

Nah, pulangnya menuju Ambon kami coba menggunakan kapal feri dari Waipirit ke Hunimua. Kapal feri yang kami tumpangi tidak terlalu penuh jadi kami bisa bebas memilih tempat duduk.

2. Masohi – Saleman- Ora

Kalau sudah sampai Masohi, saatnya menembus hutan belantara menuju Ora. Masohi ada di Pulau Seram bagian selatan, sedangkan Ora ada di Seram bagian utara.  Serius, kita memang akan melewati hutan belantara yang masih bagian dari Taman Nasional Manusela sampai ke Desa Saleman, desa terdekat dengan Ora.

Pilihan transportasinya, bisa sewa mobil atau ikut mobil penumpang. Harga sewa mobil berkisar Rp.800 ribu – 1 juta sesuai ketrampilan menawar. Kalau ikut mobil penumpang dari Masohi sekitar Rp. 100 ribu, tapi harus menunggu mobil penuh.

Kami sampai di Masohi sudah magrib dan berniat melanjutkan perjalanan dengan menyetir sendiri. Tapi, kami mendapat petuah dari Pak Ali (Penginapan Lisar Bahari, Sawai) sebaiknya menyewa driver saja karena jalanan gelap, berkelok – kelok, dan sepi. Cukup berbahaya bagi orang yang belum mengenal medan. Dan saya lumayan pengen muntah karena jalannya itu sukses bikin saya mual.

Setelah sampai Desa Saleman, kita bisa menumpang perahu/ kapal kecil menuju Ora. Tapi, kalau kita langsung mau ke Sawai, berarti kita masih menempuh sedikit perjalanan darat lagi. Dan, voilaaa….Welcome to Ora, the Little Maldives of Indonesia!

Ora Eco Resort, Maluku- cocok untuk honeymoon lho!
Ora Eco Resort, Maluku- cocok untuk honeymoon lho!
Ora Eco Resort, Maluku- See the clear water! Tinggal lompat aja dari kamar ini.
Ora Eco Resort, Maluku- See the clear water! Tinggal lompat aja dari kamar ini.

—-

Jangan dulu pusing dengan panjangnya perjalanan yang harus kita lalui. Kabar baiknya kita bisa memesan paket dari Ora Beach Resort yang sudah termasuk transportasi dari Bandara Ambon sampai ke Ora. Jadi tidak perlu repot – repot memikirkan ribetnya mencari tiket atau mobil sewaan. Untuk info lebih lanjut, Pak Alvin Latuconsina dari Ora Beach Resort bisa memberikan info paket yang terdiri dari transportasi Ambon- Ora pp, kamar, snorkling, silakan hubungi beliau di 08111909404 atau orabeachresort@yahoo.com.

Atau jika ingin menginap di Penginapan Lisar Bahari, Sawai yang lebih bersahabat dengan kantong pelancong hemat bisa juga hubungi Pak Ali di 081297556442 atau 082111181137. Beliau- beliau ini akan dengan senang hati menjawab segala pertanyaan kita dan mengarahkan kita sampai di tujuan.

Saya pribadi cukup puas dengan pelayanan penginapan Lisar Bahari. Kamarnya rapi, makanan tidak mengecewakan, staf ramah dan informatif. Saya belum menginap di Ora Eco Resort karena sudah fullbooked waktu itu, I could keep it for next time. Kalau mau ke Ora saat liburan panjang, pastikan sudah pesan kamar jauh – jauh hari, karena jumlah kamarnya cuma sedikit dan biasanya akan ada group trip yang pesan duluan.

Anyway, selamat menuju Ora, the Little Maldives of Indonesia….:)

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *